Senin, Juli 06, 2009

Proposal Proyek Akhir

I. JUDUL

Judul Proyek yang akan dibuat adalah: “APLIKASI SISTEM INFORMASI PEMBELIAN PADA KPRI WARGA SMEA NEGERI PANDEGLANG DENGAN MENGGUNAKAN MS VISUAL BASIC 6.0 DAN MS ACCESS 2007”.

II. LATAR BELAKANG MASALAH

Koperasi merupakan badan usaha yang beranggotakan orang seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatan atas dasar prinsip koperasi dan kaidah ekonomi untuk meningkatkan taraf hidup anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya, sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan atas azas kekeluargaan. Koperasi memiliki karakteristik utama yang membedakannya dengan badan usaha lain yaitu adanya identitas ganda (the dual identity of the member) pada anggotanya. Anggota koperasi berperan sebagai pemilik, pengelola dan sekaligus pengguna jasa koperasi (user own oriented firm). Dalam peningkatan kesejahtraan anggota koperasi tidak hanya dituntut mempromosikan usaha-usaha ekonomi anggota, tetapi juga dapat mengembangkan sumber daya anggota melalui pendidikan dan pelatihan yang dilakukan secara terus menerus dan berkelajutan sehingga anggota semakin profisional dan mampu mengikuti perkembangan bidang usaha.

Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Warga SMEA Negeri Pandeglang merupakan salah satu koperasi yang bergerak dalam bidang usaha simpan pinjam, pembelian, dan penjualan barang dagang. Anggota koperasi merupakan pegawai negeri yaitu guru/pegawai SMK Negeri 1 Pandeglang dan anggota keluarga pegawai SMK Negeri 1 Pandeglang, sehingga anggota koperasi cukup banyak. Namun tidak menutup kemungkinan masyarakat umum bisa menjadi anggota dan membeli barang pada KPRI Warga SMEA Negeri Pandeglang.

Dalam dunia bisnis tidak terlepas dari aktivitas pembelian, produksi, penjualan dan pertukaran barang atau jasa yang melibatkan orang atau perusahaan. Dari kegiatan tersebut tidak lepas juga dari data yang dapat berubah sewaktu waktu dengan jumlah data yang sangat besar. Perubahan data tersebut harus tersimpan dengan baik. Dalam pengelolaan data kebanyakan dari pihak koperasi menggunakan sistem pemrosesan manual, dimana data yang ada berupa setumpuk rekaman yang disimpan dalam rak-rak berkas. Dengan demikian butuh sebuah solusi dalam menangani data yang besar. Komputer dalam hal ni merupakan sebuah solusi yang dapat mengatasi hal tersebut yaitu dalam hal pengelolaan data koperasi. Pembelian merupakan aktivitas utama perusahaan yang merupakan sumber dari operasi penjualan untuk pembiayaan aktivitas operasi perusahaan, oleh karena itu pengelolaan pembelian harus dilakukan dengan semaksimal mungkin, mengingat pentingnya pengelolaan atas barang yang dibeli dari pemasok. Agar aktivitas pembelian dapat berjalan dengan baik, maka perlu adanya aplikasi sistem informasi akuntansi pembelian yang baik, karena aplikasi sistem informasi akuntansi pembelian dapat membantu pimpinan perusahaan di dalam pengambilan suatu keputusan.

Berdasarkan uraian di atas penulis ingin membuat sebuah aplikasi komputer untuk mengelola pembelian dan persediaan barang yang sesuai dengan sistem akuntansi pembelian untuk mempermudah dalam pengelolaan usaha pembelian barang di koperasi, penulis memilih judul ALIKASI SISTEM INFORMASI PEMBELIAN PADA KPRI WARGA SMEA NEGERI PANDEGLANG DENGAN MENGGUNAKAN MS VISUAL BASIC 6.0 DAN MS ACCESS 2007 yang mampu menyediakan informasi pembelian dan seluruh hal yang terkait dengan Pembelian, persediaan Data Supplier, Saldo Hutang dagang.

III. Rumusan Masalah

Rumusan masalah merupakan gambaran umum mengenai ruang lingkup penelitian dan penelaahan variable penelitian. Berdasarkan pernyataan tersebut, maka dalam penelitian ini masalah yang akan dirumuskan dalam suatu rumusan masalah dalam bentuk pertanyaan penelitian sebagai berikut :

1. Pencatatan akuntansi masih menggunakan sistem manual, sehingga membutuhkan waktu yang relatif lama dalam penyajian laporan keuangan yang dibutuhkan.

2. Kesulitan untuk mengetahui dengan cepat laporan pembelian harian, bulanan atau tahunan.

3. Pencatatan secara manual membutuhkan biaya yang lebih besar bila dibandingkan dengan pencatatan secara komputerisasi.

4. Bagaimana perancangan basis data di KPRI Warga SMEA Negeri Pandeglang?

5. Bagaimana susunan dan tata bahasa program untuk dapat menghasilkan program-program basis data dengan menggunakan software Microsoft Visual Basic 6.0 dan Microsoft Access 2007?

6. Bagaiman cara atau proses kerja sehingga dapat menghasilkan program basis data di KPRI Warga SMEA Negeri Pandeglang?

IV. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah untuk membuat dan merancang basis data, kemudian menerapkannya ke dalam bahasa pemrograman Microsoft Visual Basic 6.0 dan Microsoft Access selanjutnya dilakukan penganalisisan cara kerja program sehingga menghasilkan sebuah program yang berguna bagi pihak koperasi, khususnya dalam penanganan sistem pembelian dan persediaan barang.

V. Manfaat Penelitian

Sesuai dengan tujuan diatas maka kegunaan dari penelitian ini adalah

1. Bagi Penulis

Untuk menambah wawasan dan pemahaman tentang aplikasi sistem informasi akuntansi pembelian pada koperasi umumnya, KPRI Warga SMEA Negeri Pandeglang pada khususnya .

2. Bagi KPRI Warga SMEA Negeri Pandeglang

Penelitian ini akan memberikan suatu perancangan aplikasi sistem informasi akutansi pembelian barang dagang menggunakan Microsoft Visual Basic 6.0 dan Microsoft Access agar proses pembelian barang yang masih menggunakan sistem manual atau belum menggunakan sistem komputerisasi akan lebih baik dan lebih efisien.

VI. Hipotesis Penelitian

Hipotesis adalah jawaban sementara yang berhubungan dengan masalah penelitian, yang kebenarannya masih harus diuji di lapangan melalui data yang ada. Hipotesis pun dapat menyatakan hubungan tentang apa yang kita cari.

Atas dasar pernyataan masalah yang diangkat untuk diteliti, maka penulis beranggapan bahwa Sistem Informasi Akuntansi Pembelian Barang pada KPRI Warga SMEA Negeri Pandeglang perlu menggunakan Microsoft Visual Basic 6.0 dan Microsoft Access 2007 sebagai databasenya.

VII. Ruang Lingkup

Pembatasan masalah dimaksudkan untuk mempermudah penulis dalam membahas pokok-pokok pikiran secara jelas dan sistematis sehingga pembahasan objek penulisan tidak menyimpang, sehingga penulisan Proyek Akhir ini menjadi lebih terarah sesuai dengan tujuannya.

Dalam penulisan Proyek Akhir ini, penulis membatasi permasalahan pada pengelolaan pembelian dan persediaan barang dagang dengan mengaplikasikan Program Microsoft Visual Basic 6.0 untuk interface (tampilan menu) aplikasi, Program Microsof Access 2007 untuk pengelolaan data pemasok, data barang, data pembelian, data persediaan barang sampai dengan pelaporannya.

VIII. Tinjauan Pustaka

A. Pengertian Aplikasi

Menurut Drs. Ahmad A. K. Muda, 2006, hal 58 dalam Kamus Lengkap Bahasa Indonesia ”aplikasi adalah penerapan, penggunaan”.

B. Pengertian Sistem

“Sistem adalah sekelompok unsur yang sating berhubungan satu dengan lainnya, yang berfungsi secara bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu” (Mulyadi,2001). Dan pengertian-pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa sistem adalah serangkaian prosedur yang sating berhubungan antara satu dengan yang lainnya yang melalui tiga tahapan yaitu input, proses dan output yang pada akhirnya adalah bermaksud untuk mencapai tujuan tertentu yang telah ditetapkan oleh perusahaan.Sebagai contoh sistem komputer terdiri dan software, hardware, dan brainware.


C. Pengertian Informasi

“Informasi adaiah data yang dioiah menjadi bentuk yang iebih berguna dan lebih berarti dan berrnanfaat bagi pengguna untuk memuat keputusan” (Richad D. Irwin. 1980).

Informasi yang bernilai dan bermanfaat adalah informasi di mana bila rnanfaatnya lebih efektif atau lebih tinggi dibandingkan dengan biaya untuk rnendapatkannya.

D. Pengertian Sistem Informasi

Sistem informasi adalah sistem yang dapat menghasilkan informasi. Burch dan Grudnistki (1986) berpendapat, sistem informasi terdiri dari enam komponen atau disebut dengan blok bangunan (building block), yaitu blok masukan (input block), blok model (model block), blok keluaran (output block), blok teknologi (technology block), blok database (database block) dan blok kendali (control block).

Blok masukan. Input mewakili data yang masuk kedalam sistem informasi. Input disini termasuk metode-metode dan media untuk menangkap data yang akan dimasukkan yang dapat berupa dokumen-dokumen dasar.

Blok model. Blok ini terdiri dari kombinasi prosedur, logika dan model matematika yang akan memanipulasi data input dan data yang tersimpan di basis data dengan cara tertentu untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan.

Blok Keluaran. Produk dari sistem informasi adalah keluaran yang merupakan informasi yang berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua tingkat manajemen serta semua pemakai sistem.

Blok Teknologi. Teknologi merupakan kotak alat (tool-box) dalam sistem informasi. Teknologi digunakan untuk menerima input, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, menghasilkan sekaligus mengirimkan keluaran dan membantu pengendalian dari sistem secara keseluruhan.

Blok Database. Database merupakan kumpulan dari data yang saling berhubungan satu dengan lainnya, tersimpan di perangkat keras komputer dan digunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya.

Blok Kendali. Pengendalian perlu dirancang dan diterapkan untuk meyakinkan bahwa hal-hal yang dapat merusak sistem dapat dicegah ataupun bila terlanjur terjadi kesalahan-kesalahan dapat langsung cepat diatasi.

E. Pengertian Pembelian Barang Dagang

Menurut Mulyadi, 2001, hal 299 dalam bukunya Sistem Akuntansi, ”Pembelian barang dagang merupakan pengadaan barang yang diperlukan oleh perusahaan”.

F. Pengertian Koperasi

Berdasarkan Undang-Undang No. 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian. Pasal 1 mendefinisikan :

Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan“.

Menurut Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI), dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 27 Tahun 2004 tentang Akuntansi Perkoperasian paragraf 01 :

Koperasi adalah badan usaha yang mengorganisir pemanfaatan dan pendayagunaan sumber daya ekonomi para anggotanya atas dasar prinsip-prinsip Koperasi dan kaidah usaha ekonomi untuk meningkatkan taraf hidup anggota pada khususnya dan masyarakat daerah kerja pada umumnya, dengan demikian koperasi merupakan gerakan ekonomi rakyat dan sokoguru perekonomian nasional“.

Berdasarkan pengertian di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa :

a. Koperasi sebagai organisasi ekonomi sebagaimana juga pelaku-pelaku ekonomi yang lain harus memperhitungkan produktivitas, efisiensi serta efektifitas;

b. Koperasi sebagai suatu gerakan yang mempersatukan kepentingan yang sama guna diperjuangkannya secara bersama-sama secara serempak dan lebih baik, sehingga dimungkinkannya ditempatkan semacam perwakilan;

c. Segi sosial dan moral yang dianggap mewarnai kehidupan koperasi yang di dalam kegiatannya harus mempertimbangkan norma-norma sosial ataupun moral yang berlaku di mana koperasi melakukan kegiatannya;

Sementara pihak ingin mengembangkan koperasi sebagai suatu sistim ekonomi, di mana pandangan ini dilandasi oleh semangat cooperativism.

G. Perancangan Sistem

Perancangan sebuah sistem harus mempertimbangkan beberapa aspek salah satunya tujuan dan sistem dan tujuan organisasi pengguna sistem itu sendiri dengan melakukan pengamatan, penelitian dan analisa yang baik dan cermat. Hal ini disebabkan sebuah sistem dirancang untuk diaplikasikan, oleh karena itu hams mampu memberikan informasi sesuai dengan yang diinginkan oleh pemakai.

Menurut Nugroho Widjajanto (2001) pola perkembangan sistern akuntansi pada umumnya meiniliki suatu pola yang lazimnya disebut Daur Pengembangan Sistem (System Development Life Cycle). Daur Pengembangan Sistem adalah daur dan suatu perkembangan sistem informasi mulal dan konsepsi yang berwujud gagasan, proses pengembangannya, hingga implementasi dan pengoperasiannya.

Berikut ini adalah tahapan Daur Pengembangan Sistem yaitu :

1. Perencanaan Sistem

Dalam tahap ini pengambangan sistem dilaksanakan dalam suatu kerangka rencana induk sistem yang mengkoordinasikan proyek-proyek pengembangan sistem ke dalam rencana strategis perusahaan.

2. Analisis Sistem

Dalam tahap ini dilakukan proses untuk menguji sistem informasi yang ada berikut dengan Iingkungannya dengan tujuan untuk memperoleh petunjuk mengenai berbagai kernungkinan perbaikan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kemampuan sistem itu sendiri. Analisis Sistem itu sendiri dapat dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu:

a. Analisis pendahuluan terhadap sistem yang ada.

b. Analisis pendahuluan dilakukan dengan tujuan untuk mentukan ruang lingkup, keunggulan dan kelemahan yang terdapat dalam sistem tersebut.


c. Analisis mendalam

Analisis Mendalam dilakukan dengan tujuan untuk menyusun studi kelayakan (feasibility study).

3. Desain Sistem

Dalam tahap desain sistem, seorang penyusun program harus dapat menterjemahkan saran-saran yang dihasilkan dan analisis sistem kedalam bentuk yang clapat diimplementasikan. Desain sistem dapat dilakukan dalam dua tahap, yaitu:

a. Desain Konseptual/Desain Pendahuluan

Desain Konseptual dilakukan dengan tujuan untuk menentukan berbagai alternatif pemenuhan kebutuhan pengguna sistem. Pada tahap ini jika alternatif desain telah ditentukan maka, maka dirumuskan spesifikasi yang harus dipenuhi oleh sistem agar kebutuhan para pengguna sistem dapat terpenuhi.

b. Desain Fisik

Dalam tahap ini, dilakukan desain input dan output dokumen, penentuan berbagai program komputer, pembuatan desain berbagai file, perancangan berbagai prosedur, serta desain pengendalian intern sistem baru.

Dari keterangan diatas maka desain aplikasi pembelian yang akan penulis buat dapat dilihat pada data Data Flow Diagram (DFD) level 0 (nol) sebagai berikut :

Laporan

Retur Pembelian

Pembelian Barang

Supplier

Pimpinan Koperasi

W

0

Sistem Pembelian Barang pada Koperasi

Data Persediaan Barang Dagang

W

Text Box: Data PemasokText Box: Data Barang


4. Implementasi Sistem

Dalam tahap ini dilakukan pembuatan program komputer dan merupakan tahapan paling penting dalam perancangan program komputer.

b. Operasionalisasi Sistem

Dalam tahap ini setelah sistem berjalan dengan baik, sistem yang barn perlu dipelihara dan terus dievaluasi untuk mengetahui adanya kelemahankelemahan tertentu yang mungkin belum terlihat pada tahapan-tahapan sebelumnya. Dalam operasionalisasi sistem juga hams dilakukan pemeliharaan, yang diperlukan untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan yang ditemukan dalam desain sistem atau untuk melakukan perubahanperubahan kecil dalam sistem karena adanya perubahan lingkungan sistem.

H. Perancangan Database

Perancangan database rnenggunakan program Microsoft Visual Basic dan Microsoft Access. Program tersebut digunakan karena software tersebut lebih mudah dalam pengoperasiannya. Perancangan sebuah database pada dasarnya melibatkan enam tahap yang bersifat repetitive (berulang), antara lain:

a. Perencanaan (Planning)

Pada tahap ml dibuat perencanaan untuk menentukan kebutuhan dan kelayakan perancangan sistem database, tujuannya adalah untuk memastikan kelayakan sistem yang diusulkan, baik secara teknologi rnaupun secara ekonoini.

b. Analisis Persyaratan (Requirement Analysis)

Tahapan ini mencakup penentuan lingkup sistem database yang diusulkan, menentukan perangkat keras dan perangkat lunak dan mengidentifikasi kebutuhan informasi pemakai. Beberapa hal yang harus dipertimbangkan dalam penyusunan/ perancangan database, antara lain:

1. Lengkap, sistem yang dibuat harus berisi seluruh data yang dibutuhkan oleh pemakai.

2. Relevan, hanya data yang bermanfaat saja yang harus direkam dan disimpan.

3. Keterkinian (uptodate), data yang disimpan harus benar-benar data yang baru (‘up to date).

4. Fleksibilitas, sistem hams cukup fleksibel sehingga bila terjadi peubahan dapat dilakukan dengan mudah.

5. Efisiensi, penyimpanan data hams seefisien mungkin baik dalam sumber daya maupun waktu kerjanya.

6. Efektifitas Biaya, sistem yang dibuat hams memberikan manfaat yang lebih besar dibandingkan dengan jumlah biaya yang dikeluarkan.

7. Integritas, sistem yang dibuat hams bebas dan berbagai macam kesalahan baik disengaja maupun tidak disengaja.

8. Keamanan, sistem harus terlindung dan kemungkinan hilang, rusak dan pengaksesan yang tidak sah.

c. Perancangan

Perancangan sistem database meliputi perancangan logis dan perancangan fisik. Perancangan logis yaitu untuk memutuskan bagaimana cara memenuhi kebutuhan informasi pernakai sistern. Perancangan fisik merupakan penjabaran dan perancangan logis/ konseptual yang meliputi perancangan output, perancangan input dan perancangan database.

d. Pemrograman (Coding)

Dalam tahap ini skema fisik diterjemahkan kedalam struktur batabase yang akan menjadi sistem final. Pada tahap ini dilakukan pembuatan program komputer yang merupakan tahap yang penting dalam perancangan program

e. Implementasi
Tahap implementasi mencakup seiuruh seluruh aktifitas yang berhubungan dengan penerapan dan penggunaan sistem database yang dibuat.

f. Operasi dan Pemeliharaan

Tahap ini mencakup seluruh aktifitas yang berkaitan dengan pelaksanaan dan pemeliharaan sistem database yang dibuat.

I. Perancangan Tabel

1. Pembelian

No

Field

Type

Ukuran

Keterangan

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

No_nota_beli

Kode_pemasok

Id_pengurus

Tanggal

Cara_bayar

Jatuh_tempo

Diskon_beli

Uang_muka

Jumlah_hutang

Total_bayar

Text

Text

Text

Date/Time

Text

Date/time

Currency

Currency

Currency

Currency

7

6

6

Date

6

Medium Date

Currency

Currency

Currency

Primary Key*

Foreign Key**

Foreign Key**

Tanggal Pembelian

Cara Pembayaran

Jatuh tempo pembayaran

Diskon Pembelian

Uang Muka

Jumlah Hutang

Total yang harus dibayar

2. Pemasok

No

Field

Type

Ukuran

Keterangan

1

2

3

4

5

Kode_pemasok

Nama_pemasok

C_person

Alamat_pemasok

Telepon_pemasok

Text

Text

Text

Text

Text

6

25

12

40

15

Primary Key*

Nama Pemasok

Kontak Personal

Alamat Pemasok

Telpon Pemasok

3. Pengurus Koperasi

No

Field

Type

Ukuran

Keterangan

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

Kode_pengurus

Nama_pengurus

No_identitas

Status

Alamat

Kota

Propinsi

Negara

Kode_pos

Telepon/HP

Pekerjaan

Pendidikan

Jabatan

Tanggal_bekerja

Text

Text

Text

Text

Text

Text

Text

Text

Text

Text

Text

Text

Text

Date/time

6

20

40

10

30

15

15

10

5

15

10

15

10

Medium Date

Primary Key*

Nama Pengurus

No Identitas

Status Pengurus

Alamat Pengurus

Kota Tempat Tinggal

Propinsi

Negara

Kode Pos

Telpon/Hp Pengurus

Pekerjaan Pengurus

Pendidikan Terakhir Pengurus

Jabatan Pengurus Di Koperasi

Tangal Bekerja Di Koperasi

4. Detail Pembelian

No

Field

Type

Ukuran

Keterangan

1

2

3

4

5

No_nota_beli

Kode_barang

Harga_beli_barang

Jumlah_barang

Total_pembelian

Text

Text

Currency

Number

Currency

7

8

Currency

Integer

Currency

Primary Key*

Foreign Key**

Harga Beli Barang

Jumlah Barang

Total Pembelian

5. Barang

No

Field

Type

Ukuran

Keterangan

1

2

3

4

5

6

7

Kode_barang

Nama_barang

Satuan

Harga_jual_barang

Stock_awal

Stock_minimum

Stock_maximum

Text

Text

Text

Currency

Number

Number

Number

8

25

16

Currency

Integer

Integer

Integer

Primary Key*

Nama Barang

Satuan

Harga Jual Barang

Stock Awal

Stock Minimum

Stock Maximum

6. Transaksi Pembelian

No

Field

Type

Ukuran

Keterangan

1

2

3

4

No_nota_beli

Kode_pemasok

Tanggal

Jumlah_pembelian

Text

Text

Date/Time

Currency

7

6

Medium date

Currency

Primary Key*

Foreign Key**

Tanggal Pembelian

Jumlah Pembelian

7. Retur Pembelian

No

Field

Type

Ukuran

Keterangan

1

2

3

4

Kode_pemasok

Kode_retur_beli

Id_pengurus

Tanggal

Text

Text

Text

Date/Time

6

6

6

Medium date

Primary Key*

Foreign Key**

Foreign Key**

Tanggal Pembelian

8. Detail Retur Pembelian

No

Field

Type

Ukuran

Keterangan

1

2

3

4

Kode_retur_beli

Kode_barang

Jumlah_barang

Total

Text

Text

Number

Currency

6

6

Integer

Currency

Primary Key*

Foreign Key**

Jumlah barang yang dibeli

Total

J. Perancangan Program Aplikasi

Sebuah program aplikasi yang dibuat harus dapat melakukan proses pengolahan data transaksi akuntansi dan meiniliki tampilan yang komunikatif dan menarik bagi pemakai. Salah satu alat untuk membuat program aplikasi adalah microsoft Visual Basic 6.0.

Miicrosoft Visual Basic 6.0 adalah bahasa pemrograman yang sangat popular yang bekerja dalam lingkup Microsoft Windows, selain itu Visual Basic yang sering disingkat dengan VB merupakan bahasa pemrograrnan yang banyak digunakan oleh programmer pemula maupun profesional dewasa ini. Dalam pengembangan aplikasi, VB menggunakan pendekatan Visual (GUI-Graphical User Interface) untuk merancang antarmuka (interface,). Microsoft Visual Basic 6.0 telah mengalami penyempurnaan dan versi sebelumnya yaltu penambahan fasilitas IDE (integrated Development Environment) dan koleksi kontrol yang lebih lengkap.

Tahapan-tahapan yang harus dilakukan dalam penyusunan program adalah sebagai berikut :

1. Tahap Analisis Kebutuhan Pemakai

Sebelum penyusunan program aplikasi hal yang harus dilakukan adalah berkonsultasi dengan pemakai program dan mencari tahu kebutuhan pemakai karena program aplikasi yang dibuat harus sesuai kebutuhan pemakai.

2. Tahap Desain

Pada tahap desain, hal yang harus dilakukan adalah mendesain program aplikasi yang disesuaikan dengan kebutuhan pemakai dan sekaligus mendesain pemecahan terhadap berbagai masalah yang timbul.

3. Tahap Coding

Pada tahapan coding diLakukan penulisan kode sebagai perintah sehingga komputer dapat menjalankan program aplikasi sesual dengan hasil yang diinginkan.

4. Tahap Debugging

Debugging merupakan proses menemukan dan mengeliminasi kesalahan yang terjadi dalam program atau pada saat program dijalankan. Dalam tahap ini apabila terdapat kesalahan maka akan dilakukan pembetulan berdasarkan data sesungguhnya sebagai alat koreksi.

5. Tahap Integrasi

Setelah program aplikasi selesai dan benar maka harus dilakukan pengiintegrasian/penggabungan dengan program lain yang bersangkutan sehingga program dapat digunakan oleh pemakai. Untuk menjaga kemanan program itu sendiri sebaiknya disusun petunjuk mengenai cara pengoperasian program sehingga dapat dihindarkan adanya penggunaan secara sembarangan yang dapat menyebabkan program aplikasi mengalaini kerusakan.

K. Perancangan Laporan

Sebuah sistem yang dijalankan oleh unit usaha tertentu tentunya berakhir dengan adanya laporan sebagai suatu pertanggungjawaban atas apa yang telah dilakukan sebelumnya. Laporan harus dapat memberikan informasi yang jelas bagi para pemakai ataupun pembacanya. Oleh karena itu bentuk laporan yang balk dan menarik tentu akan memberikan nilai lebih terhadap program yang dibuat.

Laporan akan dibuat dengan menggunakan Crystal Reports 8.0. Crystal Reports merupakan salah satu program yang digunakan untuk membuat, menganalisa dan menterjemahkan informasi yang terkandung dalam database atau program. Peinilihan Crystal Report sebagai alat untuk membuat laporan program adalah karena kemudahan yang diberikan dalam membuat sebuah laporan yang dapat langsung dikoneksikan ke Microsoft Visual Basic 6.0 atau ke program lainnya.(Rahadian hadi,2004).
Laporan juga dapat dibuat dengan menggunakan fasilitas yang ada didalam program Ms. Access
2007, walaupun tampilan yang dihasilkan kurang menarik fasilitas yang berbeda diantara kedua program tersebut.

L. Tempat dan Waktu Penelitian

Lokasi penelitian dilakukan di KPRI Warga SMEA Negeri 1 Pandeglang, yaitu koperasi yang bergerak dalam bidang simpan pinjam, pembelian dan penjualan barang dagang yang berada di Jl. Raya Labuan Km. 5 Pandeglang, Banten. Adapun rincian kegiatan sebagai berikut:


M. METODE PENELITIAN

A. Metode


Untuk dapat melakukan suatu penelitian, seorang peneliti perlu menetapkan metode yang harus dipakai sehingga mempermudah langkah-langkah penelitian. Dalam penelitian ini maka penulis menggunakan metode deskriftif yaitu menguraikan dan menggambarkan suatu masalah melalui penelitian yang terfokus.

N. Teknik Pengumpulan Data

Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan penulis dalam penulisan tugas akhir ini adalah sebagai berikut :

1. Studi Lapangan (Field Research)

Merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan berdasarkan pengamatan langsung di KPRI Warga SMEA Negeri Pandeglang. Pengumpulan data dilakukan dengan 2 (dua) cara atau metode yaitu :

a. Observasi

Pengumpulan data ini dilakukan dengan mengadakan pengamatan langsung ke lokasi penelitian untuk mendapatkan gambaran yang jelas tentang proses dan penerapan sistem akuntansi pembelian oleh KPRI Warga SMEA Negeri Pandeglang dalam menangani pembelian barang dari pemasok (supplier).

b. Wawancara

Pengumpulan data ini dilakukan dengan cara melakukan tanya jawab langsung kepada pimpinan dan karyawan Koperasi Pegawai Republik Indonesia Warga SMEA Negeri Pandeglang dengan berbagai pertanyaan yang berkaitan dengan pembelian, persersediaan, retur pembelian barang.

2. Studi Kepustakaan (Library Research)

Yaitu teknik pengumpulan data yang didasarkan kepada pengumpulan data dan informasi dari buku-buku, referensi, atau bahan pustaka yang menjadi acuan dalam pembahasan terutama yang berhubungan dengan masalah yang ditulis. Buku-buku, referensi, atau bahan pustaka tersebut digunakan sebagai landasan teori dalam pembahasan yang dapat menunjang dalam penulisan proyek akhir ini.


IX. SISTEMATIKA PENYUSUNAN

Untuk mengetahui sistematika dan garis besar penyusunan tugas akhir ini, maka penulis menyusun sistematika bahasan sebagai berikut :

BAB I PENDAHULUAN

Bab ini menyajikan latar belakang masalah, identifikasi masalah, pembatasan masalah, perumusan masalah, tujuan dan sistematika penulisan.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Dalam bab ini akan diuraikan mengenai teori-teori yang melandasi judul Proyek Akhir yang dikembangkan serta kerangka berpikir yang dikaitkan dengan teori yang ada dengan judul Proyek Akhir, yaitu mengenai sistem informasi pembelian barang dagangan dengan menggunakan Microsoft Visual Basic 6.0.

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM

Dalam bab ini akan diuraikan mengenai analisis kebutuhan sistem yang terdiri dari tinjauan organisasi, analisis sistem berjalan, analisis proses, analisis masukan, analisis keluaran, analisis terapan akuntansi dan identifikasi kebutuhan. Dan perancangan sistem yang terdiri dari rancangan basis data, rancangan masukan, rancangan keluaran dan rancangan interface.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

Dalam bab ini akan diuraikan mengenai hasil yang diperoleh, yaitu menu, input sistem, output sistem, prosedur kerja sistem dan pembahasan dari applikasi yang telah dibuat.

BAB V PENUTUP

Bab ini berisi kesimpulan dari seluruh pemaparan dan pembahasan yang termuat pada bab-bab sebelumnya. Dalam bab ini penulis mencoba memberikan saran-saran yang diharapkan bermanfaat dan dapat membantu KPRI Warga SMEA Negeri Pandeglang dalam meningkatkan efektivitas dan efisiensi usahanya.


X. DAFTAR PUSTAKA

Catapult. Step by Step Inicrosoft Access 2007. Jakarta: Elex Media Komputindo. 2007.

Ikatan Akuntansi Indonesia. Standar Akuntansi Keuangan. Jakarta : Salemba Empat. 2007

LPKBM Madcoms-Madiun, Panduan Pemrograrnan dan refrrensi kamus Visual basic 6.0, Madiun: Andi:2006

Mulyadi, Sistem Akuntansi. Jakarta: Salemba Empat. 2001

Nugroho, Adi. Konsep Pengembangan Sistern Basis Data. Bandung Informatika Bandung. 2004.

Suarna, Nana. Pedoman Panduan Praktikum Microsoft Access 2002. Bandung: Yrama Widya. 2004.

www.ilukomputer.com/tutorialvb 6.0

Related Posts by Categories



Widget by Scrapur

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan Tinggalkan Pesan Disini


ShoutMix chat widget

Pengunjung