Sabtu, Mei 23, 2009

APSI

Resume

Analisis dan Sistem Informasi

1. Konsep dasar sistem

Prosedur : “Suatu sistem adalah jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan/untuk menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu.” Urutan kegiatan digunakan untuk menjelaskan apa (what) yang harus dikerjakan, siapa (who) yang mengerjakannya, kapan (when) diker ja kan dan bagaimana (how) mengerjakannya. Penekanan padaelemen/komponennya : Sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai tujuan tertentu

Kedua definisi tersebut benar dan tidak saling bertentangan, yang berbeda adalah cara pendekatannya. Pendekatan system yang merupakan kumpulan dari elemen-elemen merupakan definisi yang lebih luas. Definisi ini lebih banyak diterima, karena kenyataannya suatu system dapat terdiri dari beberapa subsistem atau system-sistem, yaitu subsistem akuntansi penjualan, subtansi akuntansi pembelian, subsistem akuntansi penggajian, subsistem akuntansi biaya dan sebagainya.

2. Karakteristik Sistem

a. Komponen-Komponen (Components)

Terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraks i, dan bekerjasama membentuk satu kesatuan. Komponen-komponendapat terdiri dari beberapa subsistem atau subbagian, dimana setiap subsistem tersebut memiliki fungsi khusus dan akan mempengaruhi proses sistem seca ra keseluruhan.

b. Masukan (Input)

Masukan dapat berupa masukan perawatan (maintenance input) dan masukan sinyal (signal input). Contoh di dalam system computer, masukan perawatan adalah program, masukan sinyal adalah data.

c. Keluaran (Output)

Hasil dari yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna dan sisa pembuangan.

d. Pengolah (Process)

Suatu system dapat mempunyai suatu bagian pengolah yang akan merubah masukan menjadi keluaran.

e. Sasaran (Objectives) atau Tujuan (Goal)

Suatu system pasti mempunyai tujuan/sasaran. Sasaran dari system sangat menentukan sekali masukan yang dibutuhkan system dan keluaran yang akan dihasilkan system.

3. Klasifikasi Sistem

System dapat di klasifikasikan sebagai berikut:

a. Sistem Tertentu (Deterministic System)

System tertentu beroprasi dengan tingkah laku yang sudah dapat diprediksi, interaksi diantara bagian-bagiannya dapat diidentifikasi dengan pasti sehingga keluarannya dapat diramalkan.

b. Sistem Probabilistik (Probabilistic System)

System yang input dan prosesnya dapat diidentifikasi, tetapi output yang dihasilkan tidak dapat ditentukan dengan pasti (selalu ada sedikit kesalahan).

c. Sistem Terbuka (Open System)

System yang berhubungan dan terpengaruh dengan lingkungan luarnya

d. Sistem Tertutup (Closed System)

System fisik dimana proses yang terjadi tidak mengalami pertukaran materi., energy atau informasi dengan lingkungan di luar system tersebut.

e. Relatively Closed System

System yang tertutup tetapi tidak tertutup sama sekali untuk menerima pengaruh-pengaruh lain. System ini dalam opersinya dapat menerima pengaruh dari luar yang sudah diidentifikasikan dalam batas-batas tertentu.

f. Artificial System

System yang meniru kejadian dalam system/tiruan yang ada di alam.

g. Natural System

System yang berbentuk dari kejadian dalam alam.

h. Manned System

System penjelasan tingkah laku yang meliputi keikutsertaan manusia.

4. Jenis Sistem

Sistem terotomasi merupakan bagian dari sistem buatan manusia dan berinteraksi atau dikontrol oleh satu/lebih computer sebagai bagian dari sistem yang digunakan dalam masyarakat modern, yang teerbagi dalam sejumlah kategori, yaitu:

a. On-line System, sistem yang menerima secara langsung mesukan dimana mereka dimasukkan dan menghasilkan keluaran di area dimana mereka diperlukan.

b. Real-time System, sistem yang mekanisme pengontrolan, perekaman data data dan pemrosesan yang sangat cepat dengan hasil yang dapat diterima dalam waktu yang relative sama.

c. Decision support system + strategic planning system, sistem yang memproses transaksi organisasi secara harian, membantu para manager mengambil keputusan, mengevaluasi dan menganalisis tujuan organisasi. Sistem ini tidak hanya merekam dan menampilkan data tetapi juga fungsi-fungsi matematik, data analisis statistic dan menampilkan informasi dalam bentuk grafik, table, chart sebagaimana laporan konvensional.

d. Knowledge-based system, program komputer yang dibuat mendekati kemampuan dan pengetahuan seorang pakar.

5. Pelaku Sistem

a. Pemakai (user), Pada umumnya dibagi menjadi tiga jenis pemakai, yaitu Operasional, Pengawas, dan Eksekutif

b. Manajemen, Terdiri dari tiga jenis manajemen, yaitu Manajemen Pemakai, Manajemen Sistem, dan Manajemen Umum.

c. Pemeriksa, Pemeriksa biasanya menentukan segala sesuatunya berdasarkan ukuran standar yang dikembangkan pada banyak perusahaan sejenis.

d. Penganalisa Sistem, Fungsinya adalah sebagai arkeolog (menelusuri bagaimana sistem lama berjalan, bagaimana dijalankan, dan segala hal yang menyangkut sistem lama), innovator (membantu mengembangkan dan membuka wawasan pemakai bagi kemungkinan-kemungkinan), mediator (menjalankan komunikasi dari semua level), pimpinan proyek (personil yang lebih berpengalaman dari pemrogram dan ditunjuk sebelum pemrogram bekerja).

e. Pendesain Sistem, Menerima hasil penganalisa sistem yang kemudian ditransformasikan ke desain arsitektur tingkat tinggi dan tidak diformulasikan oleh pemrograman.

f. Pemrogram, Setelah diolah oleh pendesain sistem baru, pemrogram dapat mulai bekerja.

g. Personil Pengoperasian, bertugas dan bertanggungjawab di pusat komputer.

6. Informasi

Informasi adalah data yang telah diolah sedemikian rupa sehingga memudahkan pengguna informasi tersebut dalam mengambil keputusan. Informasi merupakan salah satu sumber organisasi yang harus diatur dengan baik seperti sumber daya yang lainnya. Dalam memperoleh informasi dibutuhkan pengorbanan atau biaya. Untuk mendapatkan keuntungan potensial dari informasi, proses informasi harus diatur.

Terdapat delapan kategori sistem informasi antara lain:

a. Transaction processing systems (TPS)

b. Office automation systems (OAS)

c. Knowledge work systems (KWS)

d. Management information systems (MIS)

e. Decision support systems (DSS)

f. Expert systems (ES)

g. Group decision support systems (GDSS)

h. Executive support systems (EES)

7. Pengolahan Data (Data Processing)

a. Data Input meliputi Recording (transaksi data ke pengolahan data medium), Coding (transaksi data dalam bentuk lain), Storing (untuk pengambilan keputusan).

b. Data Transformation meliputi Calculating, Summarizing, dan Classifying. Classifying terdiri dari Categorizing, Sorting, Merging, Matching.

c. Information Output meliputi Displaying result (manampilkan informasi melalui monitor), Reproducing (penyimpanan data untuk pemakai yang membutuhkan), Telecommunicating (penyimpanan data melalui saluran komunikasi).

8. Siklus Informasi

Setelah data diproses dan dihasilkan informasi tertentu yang bermanfaat bagi penerima (level management), tindakan tersebut akan menghasilkan kejadian yang akan digunakan kembali sebagai data yang nantinya akan diproses seterusnya. Kualitas informasi tergantung dari 3 hal, yaitu informasi harus :

a. Relevan (relevancy)

Berarti informasi tersebut mempunyai manfaat untuk pemakainya. Relevansi informasi untuk tiap-tiap orang satu dengan yang lainnya berbeda. Selain itu informasi juga harus ekonomis, efektif, efisien dan dapat dipercaya. Berdasarkan tingkat manajemen, informasi dapat dikelompokkan berdasakan penggunanya yaitu Informasi Strategis (digunakan untuk mengambil keputusan jangka panjang), Informasi Taktis (digunakan untuk mengambil keputusan jangka menengah), Informasi Teknis (digunakan untuk keperluan operasional sehari-hari).

b. Akurat (accuracy)

Berarti informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak bisa atau menyesatkan. Akurat juga berarti informasi harus jelas mencerminkan maksudnya.

c. Tetap waktu (timeliness)

Berarti informasi yang dating pada penerima tidak boleh terlambat.

d. Ekonomis (economy)

e. Efisien (efficiency)

f. Dapat dipercaya (reliability)

9. Analisis Dan Desain System

Analisis system bergantung pada teori umum sebagai sebuah landasan konseptual. Hasil modifikasi dapat berupa subsistem baru, komponen baru atau serangkaian trnasformasi baru dan lain-lain. Tujuannya adalah untuk memperbaiki berbagai fungsi system agar lebih efisien. Tahapan dalam menganalisis system:

a. Mendefinisikan masalahnya

b. Pahami system tersebut dan buat definisinya. Biasanya untuk memahami system kita dapat menggunakan berbagai pertanyaan misalnya:

- Apa yang menjadi variable (komponen system)?

- Bagaimana tiap variable tersebut berhubungan ?

- Apa yang menjadi batasan system?

c. Alternative apa saja yang tersedia untuk mencapai tujuan dengan memperhatikan modifikasi system tersebut?

d. Pilih salah satu alternative yang telah dirumuskan sebelumnya.

e. Terapkan alternative tersebut.

10. Globalisasi Ekonomi

Pengaruh globalisasi ekonomi terhadap para pemain system informasi dan aplikasi computer harus diinternasionalkan dan memerlukan konsolidasi informasi untuk analisis performa dan pembuatan keputusan.

1. E-Commerce dan E-Business

Pengaruh dari globalisasi ekonomi dan melusnya internet sangat mempengaruhi model bisnis saat kini. Yang lagi menjadi trend bisnis online saat ini yaitu e-commerce atau perdagangan secara elektronik.

e-commerce yaitu pemasaran image, perdagangan elektronik business to customer, dan perdagangan elektronik business to business.Karena tren bisnis online saat ini sangat popular maka perlu peraturan yang mengatur bisnis online ini yang lebih kita kenal dengna kebijakan privasi. Dalam e-commerce ini pun sangat diperlukan kolaborasi dan rekanan untuk meningkatkan aplikasi system informasi. Di samping itu manajemen asset pengetahuan digunakan untuk mengumpulkan data mentah menjadi informasi yang berguna bagi system informasi yang pada akhirnya informasi di sharing oleh orang untuk menghasilkan pengetahuan dan keahlian. Disini peranan continous improvenment dan total uality management sangat dibutuhkan yaitu guna perubahan dan pengimplementasian system, perubahan ini dapat berakibat pada efisiensi/perbaikan keuntungan dan nilai.

Seiring dengan perkembangan zaman dan tingkat persaingan yang cukup ketat, maka perlu desain ulang proses bisnis sehingga mampu menarik konsumen atau pengguna dari e-commerce tersebut tidak berpaling kepada system yang lebih baik. Disini kita dapat meningkatkan qualitas pelayanan, salah satu contohnya yaitu system yang dapat mengotomatisasi proses bisnis sehingga lebih efektif dan efisien baik bagi pemakai/konsumen maupun pengelola.

2. Keamanan dan Privasi

Bersamaan dengan tumbuhnya ekonomi digital, masyarakat dan organisasi mengembangkan kesadaran tinggiakan isu keamanan dan privasi yang dilibatkan dalam ekonomi saat ini. Hal yang berhubungan dengan keamanan adalah isuprivasi. Pelanggan semakin menginginkan privasi dalam ekonomi digital. Kunjungi sebuah situs web, hampir setiap bisnis sekarang memiliki kebijakan privasi. Selagi sistem informasi dikembangkan dan diubah maka, akan semakin diharapkan untuk memasukkan kontrol keamanan dan privasi yang lebih ketat. Mekanisme keamanan dan privasi akan menjadi subjek audit internal yang menjadi hal rutin dalam sistem yang mendukung atau berinteraksi dengan sistem finansial.

3. Kolaborasi dan Rekanan

Klaborasi dan rekanan adalah tren bisnis signifikan yang mempengaruhi aplikasi

15 system informasi. Didalam organisasi, manajemen menekankan perlunya menghancurkan dinding yang memisahkan departemen dan fungsi organisasi

4. Manajemen Aset Pengetahuan

Pengetahuan adalah hasil dari rangkaian bagaimana memperoses data mentah

menjadi informasi yang berguna. Sistem informasi mengumpulkan data mentah

dengan meng-capture fakta bisnis (mengenai produk, karyawan, pelanggan dan

sejenisnya) dan memproses transaksi bisnis

PowerPoint

BAB I

ASUMSI PERANAN PENGANALISIS SISTEM

Informasi

Informasi adalah sebuah sumber organisasi dimana harus diatur secara baik seperti sumber daya lainnya. Proses informasi harus diatur untuk mendapatkan keunggulan potensial informasi.

Kategori

Ada 8 kategori system informasi

a. Transaction processing systems (TPS)

b. Office automation systems (OAS)

c. Knowledge work systems (KWS)

d. Management information systems (MIS)

e. Decision support systems (DSS)

f. Expert systems (ES)

g. Group decision support systems (GDSS)

h. Executive support systems (EES)

Teknologi baru

Teknologi baru diintegrasikan dengan system tradisional

a. Ecommerce menggunakan Web untuk melakukan aktifitas bisnis

b. Enterprise Resource Planning (ERP) mengintegrasikan banyak sistem informasi yang berbeda dalam suatu perusahaan

c. Peralatan Wireless and handheld , termasuk mobile commerce (mcommerce)

d. Open source software.

Keuntungan menggunakan Web

a. Meningkatkan kepedulian terhadap ketersediaan layanan, produk, orang atau group

b. 24 jam akses users

c. Disain interface standard

d. Menciptakan sistem global

Analisa dan Perancangan System

Analisa dan perancangan sistem adalah sebuah pendekatan sistematik untuk mengidentifikasi masalah, kesempatan, tujuan; analisa aliran informasi organisasi; dan merancang sistem informasi terkomputer untuk menyelesaikan sebuah masalah

Analis system

Analis Sistem adalah problem solvers, dan membutuhkan keahlian komunikasi, yang berfungsi sebagai konsultan bisnis, men-support para expert dalam bisnis dan agen perubahan.

Siklus Hidup Pengembangan System

Siklus Hidup pengembangan sistem adalah sebuah pendekatan sistem untuk menyelesaikan masalah bisnis yang terdiri dai 7 fase yaitu

1. Pengenalan dan keterlibatan personal

2. Menentukan kebutuhan informasi dan keterlibatan personal

3. Analisa kebutuhan system dan keterlibatan personal

4. Merancang system yang direkomendasikan dan personnel involved

5. Mengembangkan dan mendokumentasikan program dan keterlibatan personel

6. Testing dan implementasi system

7. Implementasi dan evaluasi system dan keterlibatan personal.

Perbaikan Sistem

- Rapid Aplication Development yaitu pendekatan orentasi objek untuk pengembangan siste

- Maintenance Sistem yaitu menghilangkan error yang tidak terdeteksi dan meningkatkan software yang ada

- Peningkatan Sistem, dengan alasa menambah fitur tambahan pada system, kebutuhan bisnis, teknologi hardware dll

Tool CASE

Tool CASE adalah otomatis, paket software secara microcomputer untuk analisa dan didesain system. Ada empat alas an untuk penggunaan tool CASE yaitu:

1. Untuk meningkatkan produktifitas analis system

2. Perantara komunikasi antara analis dan user

3. Menyiapkan kontinuitas diantara fase siklus hidup

4. Untuk mengetahui pengaruh dari maintenance

Tool CASE dibagi menjadi bebrapa katogori yaitu:

- Upper CASE (front-end CASE), digunakan untuk melakukan analisa dan disain

- Lower CASE (back-end CASE).,dimana men-geterete kode sumber bahasa program dari desain CASE

- Integrated CASE, melakukan fungsi upper and lower CASE

Analisa dan perancangan system berorientasi obyek

- Analisa dan disain berorientasi Obyek/Oriented (O-O) digunakan untuk membuat program berorientasi obyek

- Pemograman O-O tidak hanya mencakup kode tentang data, namun juga instruksi tentang operasi yang harus ditampilkan atasnya

Tipe Analisa dan Disain O-O

Ada tiga analisa dan disain O-O :

- Analisa berorientasi Obyek / Object-Oriented Analysis (OOA)

- Disain berorientasi obyek / Object-Oriented Design (OOD)

- Unifield Modeling Language (UML), suatu bahasa standar pemodelan berorientasi obyek

Metodologi Alternatif

Metodologi alternative adalah tersedia untuk analisa system.

Yang termasuk dalam metodologi alternatif yaitu :

- Prototyping

- ETHICS

- Project champions

- Soft System Methodologi

- Multi-view.

Related Posts by Categories



Widget by Scrapur

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan Tinggalkan Pesan Disini


ShoutMix chat widget

Pengunjung